Karina Surabaya

Karina Keuskupan Surabaya adalah perangkat pastoral yang melakukan koordinasi, animasi dan fasilitasi karya kerasulan sosio pastoral Gereja. Karina Keuskupan Surabaya mendefinisikan kebijakan dan  prioritas program dalam bidang pelayanan kemanusiaan, sehingga umat terlibat dalam karya kerasulan sosio pastoral  dalam lingkup Keuskupan Surabaya, secara khusus dan masyarakat luas, secara umum. Karina Keuskupan Surabaya, secara ex-officio dilaksanakan oleh Komisi PSE Keuskupan Surabaya.

Karina Keuskupan Surabaya melaksanakan kebijaksanaan pastoral di bawah struktur Kantor Koordinasi Pastoral Keuskupan Surabaya. Karina Keuskupan Surabaya bertanggung jawab kepada Uskup melalui Vikaris Jendral Keuskupan Surabaya, selaku penerima mandat pastoral. Karina Keuskupan Surabaya, dalam bidang pelayanannya terintegrasi dengan Arah Dasar Keuskupan Surabaya.

Karina Keuskupan Surabaya memiliki tujuan untuk mendukung terlaksananya kerasulan sosio pastoral Gereja dalam bidang pelayanan kemanusiaan.

Karina Keuskupan Surabaya memiliki fungsi sebagai koordinator, animator dan fasilitator karya kerasulan sosio pastoral Gereja yang mendefinisikan kebijakan dan prioritas program pada bidang pelayanan kemanusiaan sehingga umat terlibat dalam karya kerasulan sosio pastoral Gereja.

Karina Keuskupan Surabaya memiliki kewenangan untuk merumuskan dan melaksanakan program, anggaran serta hasil musyawarah pengurus, yang telah dikonsultasikan dengan Pengurus demi mengembangkan karya kerasulan sosio pastoral Gereja dalam bidang pelayanan kemanusiaan, dalam kesatuan dengan Arah Dasar Keuskupan Surabaya.

Karina Surabaya menjunjung tinggi Pakta Integritas. Dalam penyelenggaran Bidang Kegiatan, Karina Keuskupan Surabaya didukung oleh para relawan yang secara sadar, tanpa paksaan dan terpanggil untuk melakukan pelayanan sosial kemanusiaan dalam lingkup kerja Jaringan Caritas Indonesia (Karina), tanpa mengharapkan imbalan, demi keutuhan martabat hidup manusia.

Dalam penyelengaraan Program, Karina Keuskupan Surabaya melakukan monitoring dan evaluasi. Dalam penyelenggaraan Administrasi Keuangan, Karina Keuskupan Surabaya berusaha menjunjung tinggi transparansi, akuntabilitas dan profesionalisme. Tertib administrasi tersebut memudahkan dalam mempertanggungjawabkan kegiatan kepada Keuskupan, perangkat pastoral di Kevikepan dan Paroki, donor dan penerima manfaat.

Karina Keuskupan Surabaya, bersama para pengurus dan jaringan relawan, intern maupun ekstern, lintas agama, memanggil siapapun untuk menghadirkan wajah sosial Gereja dalam pelayanan kemanusiaan.